Tampilkan postingan dengan label dokter ilasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokter ilasik. Tampilkan semua postingan

Silindris dan Lasik Mata

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | Operasi Lasik | Operasi Lasik Mata
Sumber: webmd.com
Satu dari tiga orang di dunia menderita astigmatisme atau mata silindris. Silindris umumnya disebabkan oleh bentuk kornea yang kurang sempurna, sehingga tikungan cahaya tidak merata memasuki mata. Akibatanya penglihatan menjadi kabur.

Beberapa orang silindris akan lebih sering menyipitkan mata supaya dapat melihat dengan jelas. Namun, keseringan menyipitkan mata justru membuat mereka menjadi sering sakit kepala daripada dapat melihat dengan fokus.

Berkaca dari tipe dan tingkat keparahan silindris, kondisi ini dapat diatasi dengan operasi lasik. Lasik mata (laser-assisted in situ keratomileusis)  merupakan operasi yang menggunakan teknologi laser untuk membentuk ulang bagian dalam kornea untuk memperbaiki astigmatisme.

Operasi lasik mata telah terbukti menjadi pengobatan yang efektif untuk penderita silindris ringan dan sedang. Lasik mata juga menjadi pilihan yang nyaman bagi mereka yang aktif secara fisik.
More about → Silindris dan Lasik Mata

Kenali Faktor Penyebab Mata Kering Pasca Operasi Lasik

Diposting oleh Redaksi





Operasi Lasik | Operasi Lasik Mata
Sumber: presstv.ir
Sekitar 25 persen pasien lasik mengalami mata kering dalam rentang waktu 6 bulan pasca operasi lasik. Meskipun begitu, masalah mata kering pasca operasi lasik dialami berbeda-beda pada setiap pasien. Penelitian One Baylor College of Medicine di Houston mencatat, pasien miopia (rabun jauh) dengan minus tinggi lebih berisiko karena memerlukan koreksi lebih dalam di jaringan kornea.

Namun, masalah itu bukanlah satu-satunya penyebab mata kering. Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan mata kering setelah dilakukan operasi lasik mata, seperti:

1. Usia tua, terutama wanita dan mendekati mata menopause.

2. Mengonsumsi obat-obatan anti alergi, obat penurun tekanan darah dan anti depresan yang dapat mengurangi kelembaban mata.

3. Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjogren.

4. Iklim atau lingkungan yang luar biasa kering, seperti ruangan yang sangat panas atau ber-AC.
More about → Kenali Faktor Penyebab Mata Kering Pasca Operasi Lasik

Mitos Vs Fakta Mengenai Lasik Mata

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | iLasik Jakarta | Operasi Lasik Mata
Sumber: seeforyourself.com/

Terkadang, banyak orang yang termakan info-info yang belum tentu kebenarannya. Berikut beberapa mitos yang dipercaya masyarakat seputar lasik.

Mitos: Komplikasi dan efek samping, seperti silau melihat di malam hari dan mata kering, selalu menghantui pasca operasi lasik mata.
Fakta: Seperti halnya operasi lain, ada risiko yang terkait dengan lasik mata. Studi klinis terhadap bedah yang menggunakan laser telah menunjukkan bahwa risiko dan komplikasi serius sangat minim. Banyak komplikasi dapat diobati jika didiagnosis dan diobati pada tahap awal.

Mitos: Semua orang boleh melakukan lasik.
Fakta: Lasik mata dapat dilakukan pada mereka yang mengalami rabun jauh, rabun dekat dan mata silinder. Namun, tidak semua orang dapat melakukan lasik mata. Semua pasien harus melakukan beberapa prosedur dan tes terlebih dahulu. Kandidat lasik mata juga harus berusia minimal 18 tahun, sehat dan tidak memiliki penyakit mata, seperti glaukoma dan katarak.

Mitos: Lasik mata menyakitkan.
Fakta: Operasi lasik mata tidak menimbulkan rasa sakit. Obat tetes anestesi yang digunakan sebelum operasi justru akan membuat mata tak merasakan apapun selama prosedur. Setelah operasi, pasien hanya merasakan ketidaknyaman, seperti sensasi berpasir di mata selama beberapa jam. 

Mitos: Lasik cukup dilakukan sekali seumur hidup.
Fakta: Seiring bertambahnya usia, kornea mata juga dapat berubah. Dalam beberapa kasus (kurang dari 5 persen), lasik dapat mengakibatkan seseorang melakukan operasi lasik mata kedua kalinya karena laser menghapus jaringan terlalu banyak atau sedikit dari mata. Ini biasanya terjadi bertahun-tahun setelah operasi lasik.
More about → Mitos Vs Fakta Mengenai Lasik Mata

Mengapa Harus Melakukan Operasi Lasik?

Diposting oleh Redaksi


lasik mata
foto: ist


Lasik menjadi harapan bagi penderita gangguan penglihatan. Dengan bantuan prosedur ini, para penderita gangguan penglihatan bisa terbebas dari ketergantungan pemakaian kacamata dan lensa kontak.

Lasik merupakan singkatan dari Laser Assited in-Situ Keratomileusis. Prosedur ini menggunakan teknologi laser yang dijamin meminimalkan risiko efek samping. Operasi mata lasik juga menjadi salah satu penemuan terbaik di bidang medis di mana operasi ini tidak dilakukan melalui prosespembedahan dan proses penjahitan. Selain tingkat efek sampingnya rendah, para pasien lasik tak perlu melakukan rawat inap.

Namun, prosedur lasik memiliki beberapa persyaratan, yaitu:

  • Mengalami gangguan refraksi, seperti mata minus (rabun jauh atau myopia), mata plus (rabun dekat atau hipermetropia) dan mata silindris (astigmatisma).
  • Usia di atas 18 tahun. Orang di bawah usia 18 tahun tidak diperbolehkan melakukan lasik karena masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan, yang dapat mengubah anatomi dan bisa saja menambah refraksi mata.
  • Tidak sedang hamil atau menyusui.
  • Mata harus memiliki retina dan tekanan bola mata yang sehat, serta kornea harus memiliki ketebalan yang memadai.
  • Tidak memiliki penyakit mata, penyakit autoimun, tidak memiliki riwayat terkena herpes mata, infeksi mata, atau kondisi mata sangat kering.
  • Tidak memiliki masalah diabetes dan kondisi rematologi tertentu, seperti lupus, rheumatoid arthritis dan penyakit Sjorgens. (Berbagai sumber)


Oleh: Innes

More about → Mengapa Harus Melakukan Operasi Lasik?

Jangan Tunda Kunjungan Anda ke Dokter Mata

Diposting oleh Redaksi


Dokter iLasik | Dokter Mata
Foto: 0.everyday-families.com

Jangan tunda kunjungan Anda ke dokter mata, terutama bila Anda mengalami kondisi yang berkaitan dengan mata berikut ini.

1. Periksa mata. Para ahli mata menyarankan agar Anda melakukan pemeriksaan mata setiap dua hingga tiga tahun sekali untuk Anda berusia 40 tahun ke bawah dan tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit mata.

2. Emergency visit. Jika Anda merasa nyeri di bagian mata, kondisi ini harus ditangani secara serius dan perlu pemeriksaan dokter mata sesegera mungkin. Kemungkinan penyebabnya adalah benda asing di mata, trauma atau infeksi mata, tetapi kondisi ini harus diobati sesegera mungkin untuk mencegah keluhan yang lebih serius.

3. Optic neuritis. Sakit mata parah dan berdenyut dengan penglihatan kabur mungkin gejala pertama dari masalah mata serius, sehingga membutuhkan pemeriksaan secepat mungkin. Keluhan mengenai optic neuritis memang jarang dialami tetapi ini masalah serius.

4. Glaukoma. Perubahan penglihatan lain yang membutuhkan perhatian sesegera mungkin adalah glaukoma. Glaukoma disertai dengan penglihatan kabur, mual, muntah, sakit kepala dan penurunan penglihatan, tetapi sering kali glaukoma tidak menimbulkan rasa sakit apa pun.

5. Katarak. Kekeruhan lensa mata menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Sehingga amat penting bahwa masalah ini harus segera dirujuk ke dokter mata untuk didiagnosis dan mendapatkan pengobatan jika diperlukan. (Berbagai sumber)


Oleh: Innes




More about → Jangan Tunda Kunjungan Anda ke Dokter Mata