Tampilkan postingan dengan label operasi lasik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label operasi lasik. Tampilkan semua postingan

Meskipun Tingkat Kesuksesan Lasik Mata Tinggi, Namun Perhatikan Risikonya!

Diposting oleh Redaksi


Biaya Operasi Lasik | Operasi Lasik |  Lasik Mata
Sumber: envisioneyeandlaser.com

Jutaan masyarakat Indonesia melakukan operasi lasik untuk memperbaiki penglihatan. Operasi yang memiliki biaya mencapai Rp 20 juta per mata ini bisa untuk memperbaiki kasus rabun jauh, rabun dekat dan silindris. Meskipun operasi lasik termasuk salah satu prosedur yang populer, ternyata tidak semua orang bahagia dengan hasilnya.

Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan risiko dan manfaat lasik mata sebelum menjalani prosedur tersebut. Supaya lebih jelas, berikut beberapa risiko yang kerap dikeluhkan pasien operasi lasik.

1. Kehilangan penglihatan. Beberapa pasien mengaku mengalami kehilangan penglihatan. Bahkan masalah tersebut tidak dapat dikoreksi dengan kacamata, lensa kontak ataupun operasi.

2. Masalah penglihatan. Beberapa pasien juga mengembangkan sejumlah masalah visual, termasuk silau, lingkaran cahaya (hallo), bahkan penglihatan ganda yang dapat mempengaruhi penglihatan pasien. 

3. Mata kering. Hasil operasi lasik juga menyebabkan mata menjadi kurang lembab dengan sempurna akibat berkurangnya produksi air mata. Mata kering tentu saja menyebabkan ketidaknyamanan, seperti rasa sakit, gatal dan mata seperti berpasir. Selain itu, mata kering juga menyebabkan masalah penglihatan.

4. Masalah pada flap. Beberapa pasien juga mengeluhkan masalah komplikasi pada flap (lapisan di kornea) yang dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk infeksi, kelebihan produksi air mata hingga masalah peradangan. 

More aboutMeskipun Tingkat Kesuksesan Lasik Mata Tinggi, Namun Perhatikan Risikonya!

Apa yang Bisa Dilakukan Pasien Pasca Operasi Lasik Mata?

Diposting oleh Redaksi


Biaya Operasi Lasik | Operasi Lasik | Lasik Mata
Sumber: grouponcdn.com

Selamat, akhirnya Anda kembali memiliki penglihatan normal pasca melakukan operasi lasik. Untuk segera mendapatkan ketajaman penglihatan, Anda harus sedikit bersabar dan memberikan waktu bagi mata untuk kembali pulih seperti sedia kala.

Tiga hari
Setelah tiga hari pasca operasi lasik, mata Anda sudah cukup pulih untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari secara normal. Meskipun begitu, gunakan kacamata pelindung untuk menghindari trauma yang tidak diinginkan.

Satu minggu
Pada minggu pertama dengan penglihatan baru, Anda bisa melakukan aktivitas fisik meskipun tetap harus menggunakan pelindung mata. Bagi wanita, waktu pemulihan ini sudah diperbolehkan untuk kembali menggunakan make up di mata.

Satu bulan
Sebulan setelah operasi lasik, Anda bisa melakukan aktivitas seperti berenang tanpa memerlukan bantuan pelindung mata. Namun, untuk aktivitas ekstrem seperti terjun payung dan bersepeda, Anda tetap disarankan untuk memakai kacamata.

Tiga bulan
Di tiga bulan setelah prosedur lasik mata, Anda sudah bisa melakukan aktivitas apapun tanpa ada batasan! Jangan lupa untuk memakai kacamata hitam saat berada di luar ruangan. 

More aboutApa yang Bisa Dilakukan Pasien Pasca Operasi Lasik Mata?

Kapankah Waktu Tepat Operasi Lasik Bagi Wanita?

Diposting oleh Redaksi


Biaya Operasi Lasik | Operasi Lasik | Lasik Mata
Sumber: cars-10.com

Pernahkah Anda bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk melakukan prosedur lasik mata? Amankah jika melakukan lasik saat sedang menjalani perawatan kesuburan? Dapatkah pula wanita melakukan operasi lasik saat sedang hamil dan menyusui? 

Waktu melakukan operasi lasik menjadi pertanyaan umum yang sering ditanyakan wanita, mengingat wanita mengalami masa kehamilan dan masa menyusui anak. Bagi wanita yang tengah hamil anak pertama, biasanya mereka selalu bertanya mengenai hal ini. Namun, bagi wanita yang sedang merencanakan kehamilan kedua atau ketiga, rata-rata akan melakukan lasik mata sebelum hamil dibandingkan setelah melahirkan.

Bahan kimia tubuh cenderung mengalami perubahan selama kehamilan, tak terkecuali masalah penglihatan. Sama seperti kaki bengkak yang bersifat sementara, dan akan hilang sendiri setelah melahirkan, maka seperti itu pula perubahan optik mata ketika masa kehamilan. Oleh karena itu, wanita hamil disarankan untuk menunggu tiga sampai enam bulan setelah melahirkan untuk melakukan lasik mata. 

Lantas, bagaimana dengan wanita menyusui? Seorang wanita yang sedang menyusui dapat melakukan lasik mata. Sebuah obat penenang ringan akan diberikan sesaat sebelum prosedur dilakukan. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi ibu menyusui untuk menyusui anaknya terlebih dahulu atau memompa ASInya sebelum diberikan obat penenang. 


More aboutKapankah Waktu Tepat Operasi Lasik Bagi Wanita?

Berencana Lasik Mata? Yuk Cari Ahli Bedah Mata Terbaik

Diposting oleh Redaksi


Dokter Mata | Operasi Lasik | Lasik Mata
Sumber: healthtap.com

Memilih ahli bedah lasik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika Anda berencana untuk melakukan operasi lasik. Sebab, hasil prosedur lasik mata yang buruk akan mempengaruhi kehidupan Anda selanjutnya. Itulah mengapa sangat penting untuk memilih ahli bedah terbaik.

Profesional. Profesionalisme sangat dibutuhkan ketika seseorang membutuhkan jasa seorang ahli bedah mata. Memilih ahli bedah mata yang profesional dan memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun akan membantu memberikan hasil terbaik dan memaksimalkan hasil yang memuaskan. Pilihlah ahli bedah yang memiliki pengalaman sedikitnya telah melakukan 10.000 kali operasi lasik.

Teknologi. Cari tahu jenis teknologi yang digunakan oleh ahli bedah mata, dan apakah teknologi tersebut sudah mewakili kebutuhan Anda. Jangan ragu untuk menanyakan mengenai teknologi laser yang kini banyak diminati pasien lasik mata. Jangan lupa untuk menanyakan usia teknologi tersebut.

Staf yang ramah. Jangan ragu untuk mencari rumah sakit yang memiliki staf perawat dan dokter mata yang ramah dan responsif. Carilah rumah sakit yang mau mendengarkan keluhan dan bersedia membantu Anda sesuai dengan kondisi keuangan dan jadwal Anda. Kepercayaan Anda terhadap kualitas dokter dan stafnya akan turut mempengaruhi hasil operasi dan proses penyembuhan setelahnya.

Infrastruktur. Pilihlah rumah sakit yang menawarkan fasilitas terbaik dan higienis demi menunjang perawatan lebih nyaman dan aman. Jangan asal memilih rumah sakit karena harga murah. Ingat, kesehatan mata Anda akan diperbaiki untuk dipakai seumur hidup.

More aboutBerencana Lasik Mata? Yuk Cari Ahli Bedah Mata Terbaik

3 Alasan Harus Melakukan Operasi Lasik

Diposting oleh Redaksi


Dokter Mata Jakarta | Rumah Sakit Mata | Operasi Lasik
Sumber: ezeliving.com

Kacamata dan lensa kontak terkadang menyebalkan dan merepotkan. Tak heran bila jutaan orang berusia 21 tahun ke atas memilih untuk melakukan operasi lasik demi memperbaiki penglihatan setiap tahun. Kini, saatnya Anda menjadi bagian dari mereka yang puas dengan hasil kinerja lasik. 

1. Operasi lasik mata mampu memperbaiki penglihatan
Tidak diragukan lagi bahwa lasik kini menjadi salah satu jenis operasi pengoreksian penglihatan yang populer. Operasi lasik juga menjadi satu-satunya pengobatan untuk mengobati rabun jauh, rabun dekat dan silindris.

2. Operasi ini tidak mengurangi tingkat stres penderitanya
Dulu, orang selalu takut untuk melakukan operasi lasik karena prosedurnya masih menggunakan teknik tradisional. Kini, dengan adanya teknologi laser, pasien bisa mendapatkan ketajaman penglihatan dengan minimnya efek samping. Operasi ini diakui akurat, efektif dan aman.

3. Operasi ini boleh dilakukan siapa saja
Orang dewasa yang telah berusia 21 tahun ke atas diperbolehkan untuk melakukan lasik mata. Meskipun prosedur ini terlarang bagi wanita hamil dan menyusui. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mata di rumah sakit mata kepercayaan Anda.

More about3 Alasan Harus Melakukan Operasi Lasik

Anak Kecil Melakukan Lasik Mata, Bolehkah?

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | Operasi Lasik | Operasi Lasik Mata
Sumber: theasianparent.com
Jutaan orang memilih melakukan operasi lasik karena dianggap aman dan efektif untuk meningkatkan ketajaman penglihatan. Meskipun calon ideal setidaknya harus berusia 18-21 tahun, namun banyak orangtua bertanya apakah anak-anak boleh melakukan lasik mata dan apakah operasi tersebut efektif?

Kebanyakan ahli bedah tidak akan menyarankan bagi anak-anak untuk melakukan lasik mata. Ada banyak pertimbangan, salah satunya karena mata anak-anak akan terus menyesuaikan dan mengubah bentuk seiring pertambahan usia. Operasi hanya akan memberikan ketajaman penglihatan yang bersifat sementara. 

Sangat sedikit sekali penelitian yang mendukung lasik mata merupakan prosedur aman dan efektif bagi anak-anak. Meskipun begitu, beberapa kasus seperti amblyopia anisometropic atau mata malas memperbolehkan seseorang anak untuk melakukan operasi lasik mata. Walaupun mereka tetap disarankan untuk menggunakan kacamata atau lensa kontak. 
More aboutAnak Kecil Melakukan Lasik Mata, Bolehkah?

Siapa Penemu Operasi Lasik?

Diposting oleh Redaksi


Operasi Lasik | Operasi Lasik Mata
Sumber: Jose Barraquer
Tahukah kamu bahwa operasi Lasik sudah ada sejak tahun 1990? Anda dari situ, jutaan orang di dunia mampu memperbaiki ketajaman penglihatannya. Lantas, siapakah yang pertama kali menemukan operasi lasik mata?

Jose Barraquer, seorang spesialis mata di Bogota, Kolombia, melakukan percobaan untuk solusi pengoreksian penglihatan. Barraquer menemukan alat yang dinamai microkeratome, sebuah alat yang dapat mengiris tipis kornea, dan lalu membentuk flap dengan sangat akurat. Prosedur ini kini menjadi pecentus bagi teknik-teknik operasi lasik yang lebih canggih. 

Sebelum menemukan penemuan hebat ini, Barraquer sudah memulainya di tahun 1940-an. Barraquer merupakan pria berkebangsaan Spanyol, namun di tahun 1953 pindah ke Kolombia. Berkat jasanya, Barraquer dijuluki sebagai "Father of Modern Refractive Surgery".
More aboutSiapa Penemu Operasi Lasik?

Pandangan Kabur Pasca Operasi Lasik?

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | Operasi Lasik | Operasi Lasik Mata
Sumber: healthgrades.com
Anda baru saja melakukan operasi lasik, namun hasilnya justru membuat mata Anda kabur? Ya, pandangan kabur merupakan sebuah komplikasi yang mungkin dialami para pasien lasik mata. Setiap pasien merasakan pandangan kabur yang berbeda-beda. Mulai dari ringan hingga parah.

Tentu saja, pandangan kabur setelah operasi lasik mata akan membuat rasa tak nyaman. Namun pasien sebaiknya tak perlu terlalu khuatir. Pemulihan penglihatan yang normal setelah melakukan lasik mata akan berbeda-beda tergantung pasien dan jenis lasik yang dipilihnya. 

Jika Anda mengalami hal tersebut, maka tidak disarankan bagi pasien untuk bekerja atau berkendara untuk sementara waktu. Banyak pasien yang mengalami pandangan kabur ringan mengatakan bahwa penglihatan mereka berangsur-angsur membaik. Sebaliknya, apabila penglihatan Anda tak menunjukkan perbaikan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter agar dilakukan tindakan cepat.
More aboutPandangan Kabur Pasca Operasi Lasik?

Amankah Melakukan Operasi Katarak Pasca Operasi Lasik?

Diposting oleh Redaksi


Operasi Lasik | Operasi Lasik Mata
Sumber: wilkes-barre-eyecare.com

Anda pernah melakukan operasi lasik dan sekarang ingin operasi katarak? Atau, Anda pernah melakukan operasi katarak dan sekarang ingin operasi lasik? Aman dan bolehkah melakukan operasi tersebut?

Sebenarnya, melakukan operasi katarak setelah melakukan operasi lasik mata adalah hal yang lumrah. Anda hanya perlu memilih dan mengonsultasikan masalah tersebut dengan ahlinya agar mendapat informasi spesifik tentang mata dan penglihatan Anda dari sebelum hingga setelah operasi.

Lantas masih adakah efek samping jika pasien ingin melakukan hal tersebut? Melakukan operasi lasik setelah operasi katarak umumnya aman dilakukan bagi kandidat yang memenuhi syarat, dan jika dokter merekomendasikan hal tersebut. Pasalnya, beberapa pasien mengalami peningkatan tekanan mata setelah katarak mereka dihapus. Kondisi ini memang bersifat sementara, namun yang terbaik adalah menunggu sampai tekanan mata pasien menjadi lebih stabil sebelum menjalani lasik. Jika kondisi ini masih terus berlanjut, maka operasi lasik mata tidak dianjurkan.

Sebaliknya, pasien yang pernah melakukan lasik dan kemudian mengembangkan katarak di kemudian hari diperbolehkan untuk melakukan operasi katarak. Katarak adalah bagian alami dari penuaan. Jika Anda memiliki catatan mata dari sebelum Anda melakukan lasik, Anda bisa melakukan operasi katarak tanpa masalah.
More aboutAmankah Melakukan Operasi Katarak Pasca Operasi Lasik?

Silindris dan Lasik Mata

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | Operasi Lasik | Operasi Lasik Mata
Sumber: webmd.com
Satu dari tiga orang di dunia menderita astigmatisme atau mata silindris. Silindris umumnya disebabkan oleh bentuk kornea yang kurang sempurna, sehingga tikungan cahaya tidak merata memasuki mata. Akibatanya penglihatan menjadi kabur.

Beberapa orang silindris akan lebih sering menyipitkan mata supaya dapat melihat dengan jelas. Namun, keseringan menyipitkan mata justru membuat mereka menjadi sering sakit kepala daripada dapat melihat dengan fokus.

Berkaca dari tipe dan tingkat keparahan silindris, kondisi ini dapat diatasi dengan operasi lasik. Lasik mata (laser-assisted in situ keratomileusis)  merupakan operasi yang menggunakan teknologi laser untuk membentuk ulang bagian dalam kornea untuk memperbaiki astigmatisme.

Operasi lasik mata telah terbukti menjadi pengobatan yang efektif untuk penderita silindris ringan dan sedang. Lasik mata juga menjadi pilihan yang nyaman bagi mereka yang aktif secara fisik.
More aboutSilindris dan Lasik Mata

Beda Dokter, Beda Penyakit

Diposting oleh Redaksi

Lasik Mata | Operasi Lasik
Sumber: nvisioncenters.com

Rutin melakukan pengecekan mata ke dokter mata memang penting bagi kesehatan mata. Tak hanya itu, Anda juga perlu mengenal dan mengetahui macam dan perbedaan perawatan mata oleh dokter spesialis mata yang berbeda.
Ophthalmologist: Total eye care
Dokter spesialis mata ini menjalani sesi perkuliahan, serta mendapatkan pelatihan khusus dan bedah sehingga berhak mendapat sertifikat khusus dari sekolah kedokteran mata.
Tugas seorang ophthalmologist melingkupi:
1. Pengecekan mata
2. Pengobatan mata, termasuk untuk mengobati glaukoma, iritis, orbiyal cellulitis dan sebagainya.
3. Pembedahan mata, termasuk trauma, ambliopia, katarak, glaukoma, tumor dan sebagainya.
4. Diagnosa dan pengobatan untuk kondisi mata yang berkaitan dengan penyakit seperti diabetes dan diabetes retinopati, arthritis, hingga masalah pada otak, seperti multiple sclerosis dan optic neuritis.
5. Penyakit mata dan layanan pencegahannya.
6. Operasi plastik.

Optometrist: Vision care and eye care services
Dokter spesialis mata ini dilatih untuk mendiagnosis dan mengobati berbagai kondisi mata, seperti rabun jauh, rabun dekat dan mata silinder. Mereka juga dilatih untuk membuat resep kacamata, kontak lensa,
Tugas seorang optometrist melingkupi:
1. Mengevaluasi resep lensa.
2. Menyediakan, menyesuaikan dan memperbaiki frame kacamata dan kontak lensa.
3. Membantu menentukan jenis lensa dan bingkai yang tepat untuk setiap pasien.
4. Mendiagnosa kondisi mata, seperti glaukoma, makular degenerasi, diabetic retinopathy dan conjunctivitis.

Lantas, siapa yang melakukan operasi lasik dan bedah mata menggunakan laser lainnya?
Ophthalmologist dan optometrist sama-sama memainkan peran dalam bedah mata. Ophthalmologist akan melakukan tindakan prosedur lasik mata atau PRK, sementara optometrist adalah orang yang pertama kali melakukan pengecekan mata pasien sebelum prosedur lasik mata dilakukan. Jadi, jangan lupa untuk mengunjungi dokter spesialis mata Anda demi menjaga kesehatan mata.
More aboutBeda Dokter, Beda Penyakit

Anda Rabun Jauh atau Rabun Dekat?

Diposting oleh Redaksi


Sumber: counselheal.com
Orang-orang yang memiliki rabun jauh dan rabun dekat biasanya memiliki bentuk bola makan yang kurang sempurna. Penderita rabun jauh (miopia) memiliki sumbu bola mata yang lebih panjang dari normal atau kurva kornea terlalu tebal, sehingga mata tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk untuk ke retina. Sementara penderita rabun dekat (hipermetropi) memiliki sumbu bola mata yang terlalu pendek.

Untuk memastikan seseorang mengalami rabun dekat atau jauh, maka harus dilakukan serangkaian tes yang dilakukan oleh dokter. Dokter akan menggunakan alat, yang disebut phoropter, di mana memiliki banyak macam lensa guna mengukur sejauh mana kelainan refreksi yang dimiliki seseorang.

Sebagai solusinya, dokter akan menyarankan pasien memakai kacamata atau kontak lensa yang sesuai dengan resep. Namun bagi sebagian orang yang lelah dengan pemakaian kacamata atau kontak lensa, mereka cenderung memilih dua tipe bedah laser yang sangat populer, yaitu PRK (photorefractive keratectomy) untuk rabun jauh, dan operasi lasik mata (laser in situ keratomileusis) baik untuk rabun jauh maupun rabun dekat. Lasik mata dan PRK sama-sama menghilangkan jaringan kornea untuk membentuk ulang mata.
More aboutAnda Rabun Jauh atau Rabun Dekat?

Kenali Faktor Penyebab Mata Kering Pasca Operasi Lasik

Diposting oleh Redaksi





Operasi Lasik | Operasi Lasik Mata
Sumber: presstv.ir
Sekitar 25 persen pasien lasik mengalami mata kering dalam rentang waktu 6 bulan pasca operasi lasik. Meskipun begitu, masalah mata kering pasca operasi lasik dialami berbeda-beda pada setiap pasien. Penelitian One Baylor College of Medicine di Houston mencatat, pasien miopia (rabun jauh) dengan minus tinggi lebih berisiko karena memerlukan koreksi lebih dalam di jaringan kornea.

Namun, masalah itu bukanlah satu-satunya penyebab mata kering. Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan mata kering setelah dilakukan operasi lasik mata, seperti:

1. Usia tua, terutama wanita dan mendekati mata menopause.

2. Mengonsumsi obat-obatan anti alergi, obat penurun tekanan darah dan anti depresan yang dapat mengurangi kelembaban mata.

3. Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjogren.

4. Iklim atau lingkungan yang luar biasa kering, seperti ruangan yang sangat panas atau ber-AC.
More aboutKenali Faktor Penyebab Mata Kering Pasca Operasi Lasik

Aturan Wajib Pasca Operasi Lasik

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | Operasi Lasik | Lasik Jakarta
Sumber: visionclinic.be

Selama beberapa bulan pertama setelah operasi lasik, penglihatan Anda mungkin berfluktuasi. Kondisi ini mungkin memakan waktu hingga tiga sampai enam bulan untuk menstabilkan penglihatan Anda pasca melakukan lasik mata. 

Berikut adalah beberapa aturan dan pantangan yang selalu diingatkan para ahli bedah mata di rumah sakit lasik Jakarta bagi para pasien yang melakukan operasi lasik.

1. Selama 24 sampai 48 jam setelah operasi, dokter akan mengecek dan akan melakukan pertemuan rutin secara berkala setidaknya dalam enam bulan pertama. Pada pertemuan pertama pasca operasi, dokter akan membuka perban di mata, menguji penglihatan Anda dan memeriksa mata Anda. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat tetes mata untuk melumasi mata Anda.

2. Setelah dua minggu, tanyalah pada dokter apakah Anda sudah bisa menggunakan lotion, krim atau make up di sekitar mata.

3. Anda harus menunggu satu sampai empat hari setelah operasi sebelum memulai olahraga. Pastikan mendapatkan petunjuk dari dokter. Selain itu, hindari olahraga berat selama minimal empat minggu setelah operasi. Hal ini penting untuk melindungi mata Anda dari apa pun yang mungkin masuk, dipukul dan sebagainya. Hindari pula berenang dan berendam dalam air hangat selama satu atau dua bulan pertama.

4. Gejala-gejala visual, seperti halo, silau dan bahkan kesulitan mengemudi di malam hari akan sering dirasakan dalam minimal tiga bulan pertama. Meskipun begitu, amatlah penting untuk menyadari membaiknya penglihatan Anda setelah operasi.

More aboutAturan Wajib Pasca Operasi Lasik

Bingung Memilih Ahli Bedah Mata Terbaik?

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | Operasi Lasik Mata
Sumber: lasikeyesurgery.org

Banyak calon pasien yang selalu menanyakan tentang biaya lasik mata, namun sebaiknya hal ini tidak menjadi faktor penentu. Lasik merupakan prosedur yang dapat mengubah hidup seseorang. Oleh karena itu, memilih dokter bedah mata tidak boleh dianggap enteng.

Memilih dokter atau rumah sakit mata terbaik harus memperhatikan beberapa poin di bawah ini untuk mendapatkan mendapatkan hasil lasik yang memuaskan.

Pengalaman. Faktor pertama yang harus selalu ada dalam pikiran ketika memilih seorang ahli bedah lasik mata adalah pengalaman. Memilih seseorang yang memiliki pengalaman bertahun-tahun akan membantu meningkatkan keselamatan.

Kepuasan pasien. Apakah tingkat kesuksesan sebuah rumah sakit atau klinik mata? Tentu saja, calon pasien akan memilih rumah sakit atau klinik mata yang memiliki tingkat komplikasi atau kegagalan yang paling rendah. Calon pasien juga bisa menanyakan anggota keluarga atau teman yang sudah pernah melakukan operasi lasik mata. Testimoni dari mereka akan membantu Anda menemukan dokter ahli bedah mata yang tepat.

Peralatan. Jangan ragu untuk menanyakan teknologi apa yang dipakai saat pembedahan. Pastikan dokter atau rumah sakit klinik mata yang Anda pilih menjaga kebersihan dan kesterilan peralatannya.

Profesional. Perhatikan pelayanan dan keramahan staf rumah sakit, mulai dari resepsionis, perawat hingga dokter ahli bedah. Carilah rumah sakit yang mau mendengarkan keluhan Anda dan bersedia untuk membantu sesuai dengan kondisi keuangan dan jadwal Anda.

More aboutBingung Memilih Ahli Bedah Mata Terbaik?

Mitos Vs Fakta Mengenai Lasik Mata

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | iLasik Jakarta | Operasi Lasik Mata
Sumber: seeforyourself.com/

Terkadang, banyak orang yang termakan info-info yang belum tentu kebenarannya. Berikut beberapa mitos yang dipercaya masyarakat seputar lasik.

Mitos: Komplikasi dan efek samping, seperti silau melihat di malam hari dan mata kering, selalu menghantui pasca operasi lasik mata.
Fakta: Seperti halnya operasi lain, ada risiko yang terkait dengan lasik mata. Studi klinis terhadap bedah yang menggunakan laser telah menunjukkan bahwa risiko dan komplikasi serius sangat minim. Banyak komplikasi dapat diobati jika didiagnosis dan diobati pada tahap awal.

Mitos: Semua orang boleh melakukan lasik.
Fakta: Lasik mata dapat dilakukan pada mereka yang mengalami rabun jauh, rabun dekat dan mata silinder. Namun, tidak semua orang dapat melakukan lasik mata. Semua pasien harus melakukan beberapa prosedur dan tes terlebih dahulu. Kandidat lasik mata juga harus berusia minimal 18 tahun, sehat dan tidak memiliki penyakit mata, seperti glaukoma dan katarak.

Mitos: Lasik mata menyakitkan.
Fakta: Operasi lasik mata tidak menimbulkan rasa sakit. Obat tetes anestesi yang digunakan sebelum operasi justru akan membuat mata tak merasakan apapun selama prosedur. Setelah operasi, pasien hanya merasakan ketidaknyaman, seperti sensasi berpasir di mata selama beberapa jam. 

Mitos: Lasik cukup dilakukan sekali seumur hidup.
Fakta: Seiring bertambahnya usia, kornea mata juga dapat berubah. Dalam beberapa kasus (kurang dari 5 persen), lasik dapat mengakibatkan seseorang melakukan operasi lasik mata kedua kalinya karena laser menghapus jaringan terlalu banyak atau sedikit dari mata. Ini biasanya terjadi bertahun-tahun setelah operasi lasik.
More aboutMitos Vs Fakta Mengenai Lasik Mata

Jenis Gangguan Pada Mata Remaja

Diposting oleh Redaksi


Lasik Mata | Operasi Lasik
Sumber foto: i.dailymail.co.uk

Menurut Asosiasi Dokter Mata Kanada, diperkirakan sekitar 10 persen anak-anak SD memiliki masalah penglihatan. Namun, angka ini meningkat menjadi dua kali lipat pada anak-anak tingkat SMP dan SMA (remaja usia 13-19 tahun).

Berikut, dua masalah penglihatan yang kerap dikeluhkan para remaja.
1. Hyperopia atau rabun dekat. Sebuah kondisi di mana seseorang kesulitan melihat objek dalam jarak dekat.

2. Myopia atau rabun jauh. Sebuah kondisi di mana seseorang hanya dapat melihat benda-benda dekat dengan jelas. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 25 persen masyarakat. Myopia biasanya terdiagnosis atau terdeteksi pada usia 12 tahun dan dapat diobati dengan lensa korektif, seperti kacamata atau kontak lensa.

Melakukan operasi lasik untuk mengoreksi penglihatan demi mengatasi rabun dekat dan rabun jauh dapat dilakukan setelah remaja berusia 18 tahun. Lasik mata memakan biaya besar namun bisa mengatasi masalah penglihatan kembali normal dibandingkan menggunakan kacamata atau kontak lensa.



Oleh @innesspw

More aboutJenis Gangguan Pada Mata Remaja

3 Mitos Salah Kaprah Soal Mata

Diposting oleh Redaksi


Lasik Jakarta
Sumber foto: martineehrenclou.com

Meskipun kemajuan luar biasa dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan yang telah membantu dokter memahami penglihatan mata manusia lebih baik dari sebelumnya, sayangnya masih banyak mitos yang dipercaya masyarakat. Berikut empat mitos terkait dengan mata dan penjelasannya.

Mitos #1: Keseringan menyipitkan mata dapat mengganggu penglihatan
Keseringan menyipitkan mata mungkin menjadi tanda bahwa Anda perlu mengoreksi penglihatan Anda ke dokter. Ada sedikit efek samping dari kebiasaan menyipitkan mata terlalu sering, seperti sakit kepala dari kontraksi otot-otot di wajah, tetapi hal ini tidak akan merusak penglihatan.

Mitos #2: Membaca di tempat gelap tidak baik bagi mata
Membaca dalam tempat gelap atau dalam kondisi cahaya minim memang sulit, tetapi hal ini tidak akan menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan Anda. Ketika cahaya minim, pupil Anda akan diperlebar untuk memungkinkan lebih banyak cahaya yang masuk ke mata. Pupil yang lebar tidak akan rentan terhadap kerusakan dibandingkan pupil yang mengecil untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata.

Mitos #3: Jangan nonton terlalu dekat TV atau layar komputer
Anda pasti selalu mendengar perintah ibu agar jangan duduk begitu dekat dengan TV karena merusak penglihatan. Katakan pada ibu bahwa itu hanya mitos. Menatap TV, monitor komputer atau perangkat mobile tidak akan membuat mata lelah tanpa membuat mata menjadi rusak. Namun, amatlah penting untuk mengambil istirahat dari menatap layar televisi atau komputer untuk menghindari gejala mata kering atau sakit kepala.


Oleh: @innesspw
More about3 Mitos Salah Kaprah Soal Mata

Mengapa Harus Melakukan Operasi Lasik?

Diposting oleh Redaksi


lasik mata
foto: ist


Lasik menjadi harapan bagi penderita gangguan penglihatan. Dengan bantuan prosedur ini, para penderita gangguan penglihatan bisa terbebas dari ketergantungan pemakaian kacamata dan lensa kontak.

Lasik merupakan singkatan dari Laser Assited in-Situ Keratomileusis. Prosedur ini menggunakan teknologi laser yang dijamin meminimalkan risiko efek samping. Operasi mata lasik juga menjadi salah satu penemuan terbaik di bidang medis di mana operasi ini tidak dilakukan melalui prosespembedahan dan proses penjahitan. Selain tingkat efek sampingnya rendah, para pasien lasik tak perlu melakukan rawat inap.

Namun, prosedur lasik memiliki beberapa persyaratan, yaitu:

  • Mengalami gangguan refraksi, seperti mata minus (rabun jauh atau myopia), mata plus (rabun dekat atau hipermetropia) dan mata silindris (astigmatisma).
  • Usia di atas 18 tahun. Orang di bawah usia 18 tahun tidak diperbolehkan melakukan lasik karena masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan, yang dapat mengubah anatomi dan bisa saja menambah refraksi mata.
  • Tidak sedang hamil atau menyusui.
  • Mata harus memiliki retina dan tekanan bola mata yang sehat, serta kornea harus memiliki ketebalan yang memadai.
  • Tidak memiliki penyakit mata, penyakit autoimun, tidak memiliki riwayat terkena herpes mata, infeksi mata, atau kondisi mata sangat kering.
  • Tidak memiliki masalah diabetes dan kondisi rematologi tertentu, seperti lupus, rheumatoid arthritis dan penyakit Sjorgens. (Berbagai sumber)


Oleh: Innes

More about Mengapa Harus Melakukan Operasi Lasik?

Rumah Sakit Mata di Jakarta yang Menangani Lasik Mata

Diposting oleh Redaksi



Lasik Mata | Lasik Jakarta | ilasik Jakarta
sumber foto: baltyra.com

Sudah banyak klinik atau rumah sakit yang menyediakan operasi lasik di Jakarta. Diantaranya ada Klinik Mata Nusantara, Jakarta Eye Center, RSCM Kirana hingga Laser Sight Centre.

Lasik sendiri mulai dikenal di Indonesia pada awal tahun 90-an. Lasik juga tak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa, para selebritis ternama tanah air, seperti Helmi Yahya, Agni Prathista, Aline Adita hingga Sarah Sechan, pernah memanfaatkan prosedur ini.

Lasik merupakan singkatan dari Laser Assisted In-Situ Keratomileusis. Saat ini lasik menjadi salah satu metode untuk mengatasi gangguan kelainan refraksi (rabun jauh, rabun dekat dan silinder) yang paling populer di dunia. Prosedur ini hanya memakan waktu singkat (sekitar 10 menit/mata) dan tanpa rasa sakit. Inilah solusi untuk mengembalikan penglihatan Anda.


Oleh: Innes
More aboutRumah Sakit Mata di Jakarta yang Menangani Lasik Mata